Posts

Mengapa Parpol Ngotot Jadi Komisioner KPU?

Image
Wacana masuknya anggota partai politik di Komisi Pemilihan Umum menjadi perdebatan panas di Senayan. DPR mau komisioner lembaga pemilu diisi kader partai.  Menelisik ke belakang, penundaan Revisi UU pemilu sepertinya jadi celah masuknya wacana anggota parpol menjadi komisioner KPU ini. Padahal DPR mempunyai waktu hanya tersisa lima pekan untuk merampungkan UU Pemilu ini. Setali tiga uang, DPR juga menunda fit and propert test Komisoner KPU yang seharusnya dilaksanakan pada 12 Apirl 2017 nanti.  Alhasil, setelah Pansus RUU Pemilu pulang membawa 'oleh-oleh' dari kunjungan mereka ke Jerman dan Meksiko, wacana ini kian menguat.  Ketua Pansus Lukman Edy mengatakan di Jerman ada 11 anggota KPU yang terdiri satu unsur pemerintah, dua hakim, dan delapan dari parpol. Untuk itu, Pansus RUU Pemilu mewacanakan Indonesia memiliki format sama. Kemungkinan terbesarnya adalah opsi yang meletakkan perwakilan parpol di sebuah dewan khusus. Sebenarnya tahun 1999 KPU ...

Gereja Ayam, simbol kebangkitan pribumi

Image
KeberadaanGereja Ayam, Jl. H. Samanhudi No. 12, Pasar Baru, Jakarta Pusat yang kinimilik Jemaat PNIEL (Gereja Protestan Indonesia Barat) di kawasan Pasar Baru menjadi saksi penyebaran Kekristenan di tanah air pada zaman kolonial Belanda. Gereja Ayam merupakan warisan budaya, sejarah dan bingkai penyebaran Kristen Calvinis di Indonesia. Sejarah juga tak bisa memungkiri jika penyebaran agama Kristen di Indonesia berbarengan penjajahan. Ketika serikat dagang Belanda, Vereenidge Oost Indiesche Companignie (VOC) melebarkan sayapnya di Batavia (sebelumnya di Ambon, Maluku), sejak saat itu pula Gereja Protestan diperkenalkan kepada pribumi. Para pendeta melayani jemaatnya dari Belanda tetapi juga menyebarkan Injil dan mengadakan pembaptisan kepada orang pribumi. Menurut Ketua Majelis Jemaat PNIEL, Pdt. Adriano Wangkay, ketika Jan Pieterzoon Coen diangkat menjadi Gubernur jenderal Batavia pada 30 Mei 1969, gereja sepenuhnya dibawah kendali VOC. Semua pembayaran gaji, pengangkatan dan pe...

Gereja Immanuel Depok dan sejarah Kristen Batavia

Image
foto merdeka.com Nama Depok sudah lama dikenal sebagai kota pendidikan. Kita dapat dengan mudah menemukan kampus dan lembaga pendidikan tinggi lainnya di Depok. Nama Depok kian melambung ketika Universitas Indonesia dipindahkan ke kota ini. Tapi cerita tentang Depok rasanya tak lengkap tanpa mengisahkan komunitas Kristen di kota ini. Boleh dibilang, kota ini menyimpan sejarah tentang awal mula penyebaran agama Kristen pada abad ke 18 Masehi kepada orang-orang Depok. Dan bukti sejarah yang masih bertahan hingga kini adalah Gereja Immanuel Depok. Gereja tua ini terletak di Jl. Pemuda, Depok Lama. Dulu, nama jalan ini disebut Kerkstraat atau Jalan Gereja. Hingga kini, sejumlah gereja dari beberapa aliran ada di jalan ini. Tampilan bangunan Gereja Immanuel Depok terlihat tidak begitu istimewa. Tentu jika gereja ini dibandingkan dengan gereja-gereja yang ada di Jakarta yang dibangun Pemerintahan Belanda. Gereja ini sederhana, berukuran mungil dengan luas 360 meter persegi. Arsit...

Pak Kinong dan geliat membangun literasi jalanan di Jakarta

Image
Jakarta terasa panas siang itu. Di gang-gang sempit di kawasan Karet, Jakarta Pusat beberapa ibu muda dan anaknya yang kecil sibuk membeli es batu. Di arah lain, dua lelaki tua terlihat baru saja berkemas di depan sebuah warung. Keduanya mengumpulkan pion-pion catur berserakan. Di gang sempit inilah sehari-hari Sutino (51), hidup bersama istri dan keempat anak mereka. Sebagian warga di ibukota mungkin sudah mengenal sosok Kinong, panggilan akrab Sutino. Bemo tua disulapnya menjadi perpustakaan dan bioskop keliling. Lelaki ini mengabdikan diri menyediakan buku bagi anak-anak sekolah di kawasan Tanah Abang. Kinong berusaha mendekatkan anak-anak dengan buku-buku bacaan dibawanya tiap hari.

Hikayat jelata di Jakarta, nasib Pak Ogah mengais rezeki di jalan ramai

Image
Ucok (26) berharap rezekinya bertambah dua kali lipat. Pagi-pagi benar dia mengajak serta dua karibnya, Iman (27) dan Mamat (19). Setiba di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, ketiganya hanya melihat lalu lalang kendaraan roda dua. Jalan ramai tapi Ucok, Iman dan Mamat menelan ludah. "Sudah jam satu, hanya ramai dengan motor. Kami belum dapat neh," kata Mamat beberapa waktu lalu. Ketiga sahabat karib ini merupakan 'pengawal' jalan raya. Saban hari, mereka lazim disebut Pak Ogah atau 'Polisi Cepek'. Sebutan itu merujuk pada profesi mereka sebagai pengatur lalu lintas dengan modal nekat dengan komando tangan dan teriakan.

Hal ini yang membuat hati Lulung teriris-iris karena status tersangka Ahok

Image
Haji Abraham Lunggana kelihatan makin sewot dengan status Basuki Tjahja Purnama (Ahok) sebagai tersangka. Haji Lulung, demikian sapaan akrabnya sama seperti FPI dan MUI yang berharap penuh agar Ahok segera dijebloskan ke penjara. Mereka seperti kurang percaya dengan proses hukum yang sedang berjalan. Saya menilai Haji Lulung lagi curi pandang dan cari perhatian baru di media. Maklum selama kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok bergulir, Lulung hampir dan atau kurang diliput media. Tak terdengar celoteh-celotehnya yang bikin orang ngakak bukan kepalang.

Norak tau, samakan Yesus dengan Ahok

Image
Ada fenomena baru Ahokers di Pilkada DKI 2017. Fenomena itu tak lain adalah menyamakan Basuki T Purnama (Ahok) dengan pribadi Yesus. Mereka menyebut Ahok itu orang terpilih seperti Yesus. Bahkan ada juga yang menyebut Ahok adalah pemenuhan nas Injili. Anda tidak percaya, silakan buka Facebook . Status itu bertebaran di mana-mana. Hal itu juga membuat saya tertarik menulis ini. Awalnya hanya memaklumi saja. Tapi kemudian salah seorang sahabat saya mulai mengkritisi fenomena itu. Saya sepakat dan mulai mencari lead yang cocok. Akhirnya jadi seperti apa yang anda baca barusan: fenomena arkaik agamawi. Skenario dukungan yang kurang tepat dan bahkan menjual-jual nama agama. Tidak apa-apa misalnya ayat Injil itu dibuat untuk menghibur Ahok yang saat ini sudah jadi tersangka.